MU Masih Ragu Jadikan Mourinho Manajer

Manchester United disebut-sebut bakal jadi pelabuhan Jose Mourinho berikutnya, usai dipecat Chelsea. Pelatih yang dijuluki The Special One tersebut rencananya akan menggantikan posisi Si Tulip Besi, Louis Van Gaal yang dianggap gagal mengangkat performa tim Setan Merah musim ini.

Van Gaal memang tengah duduk di kursi panas menyusul memburuknya penampilan MU belakangan ini. Setelah tersingkir dari Liga Champions, MU kembali menelan dua kekalahan beruntun di pentas Premier League.

Masing-masing atas tim AFC Bournemouth (1-2) dan Norwich City FC (1-2). MU pun terlempar dari empat besar klasemen Liga Inggris.

Sejumlah nama sebenarnya sudah sejak awal digosipkan bakal menggantikan Van Gaal. Namun spekulasi-spekulasi itu seakan luntur saat Mourinho meninggalkan Chelsea belum lama ini.

Dengan pengalaman yang dimiliki sosok Mourinho dianggap tepat untuk menjaga nama besar Setan Merah. Maklum, selain di Chelsea, Mourinho juga sempat berlimang gelar di klub-klub sebelumnya, seperti Porto, Inter Milan, dan Real Madrid.

Pisau Bermata Dua

Meski demikian, bagi mantan bintang Liverpool, Jamie Carragher, kehadiran Mou di Old Trafford justru ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, sosok Mourinho bakal membuat ngeri tim-tim lawan.  Namun di sisi lain, kemunculan Mou di markas MU juga bakal menghadirkan mimpi buruk bagi pemain muda.

Carragher, yang kini aktif sebagai komentator, menyebutkan bahwa rekam jejak The Special One selama menangani klub dikenal kurang ‘akrab’ dengan pemain muda. Mereka lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan bagi Mou.

Padahal ini bertentangan dengan filosofi MU yang telah bertahan sejak berpuluh tahun silam. “Saya katakan tidak. Memenangkan trofi, Jose (Mourinho) besar-besaran menandai kotak itu. Membawa pemain muda melewatinya, memainkan permainan menarik, mematikan sepak bola, pergi ke setiap pertandingan, dia tidak akan menandai kotak itu juga,” kata Carragher dilansir Daftar Sbobet.

Hanya Frustrasi

Menurut Carragher, besar kemungkinan manajemen MU lupa akan “tradisi” mereka. “Mungkin mereka lupa beberapa prinsip klub yang telah dimiliki 50 sampai 60 tahun lalu. Mereka hanya frustrasi karena sudah lama tidak memenangkan trofi,” sambung eks Liverpool itu.

Carragher menilai, menguatnya isu Mourinho menjadi pelatih MU tak lepas dari kepanikan manajemen Setan Merah lantaran prestasi buruk di bawah Van Gaal. Apalagi setelah tim rival Manchester City juga tengah mempersiapkan kedatangan pelatih baru, Pep Guardiola. Menurut Carragher, manajemen khawatir bakal dipersalahkan suporter bila timnya semakin tertinggal dan Guardiola bergabung dengan ManCity.

“Ini lebih memperlihatkan ketakutan pemilik Manchester United bakal disoraki suporter ketika tim lain akan  meninggalkan mereka lebih jauh, dan  ketika Pep Guardiola ke Manchester City,” ujar dia.

This entry was posted in Sepakbola. Bookmark the permalink.